Kamis, 19 Desember 2013

Silsilah 25 Nabi Dan Rasul

Silsilah 25 Nabi Dan Rasul

Allah mengutus para nabi dan rasul untuk menyampaikan risalah serta menyebarkan ajaran Islam ke muka bumi.

RASUL

Rasul adalah seorang laki laki merdeka yang menerima risalah atau wahyu dari Allah dan ia juga diperintahkan baginya untuk menyampaikannya kepada kaumnya. Jadi boleh dikatakan juga bahwa setiap rasul pasti nabi tapi tidak semua nabi itu adalah rasul.

يَـأَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ وَإِن لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ

Allah berfirman ”Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya.” (al-Maidah: 67)

NABI

Nabi adalah seorang laki laki merdeka yang diturunkan kepadanya risalah atau wahyu dari Allah untuk diamalkan, namun tidak diperintahkan baginya untuk menyampaikannya kepada kaumnya.

Kenabian lebih umum karena semua rasul adalah nabi tetapi tidak semua nabi adalah rasul. Jadi orang yang bukan nabi berarti bukan rasul, dengan kata lain, untuk bisa menjadi rasul dia harus menjadi nabi. Rasul diutus untuk membawa risalah kepada manusia, untuk membawa syariat Allah dan agama yang harus disampaikan lagi kepada manusia, sedangkan Nabi saw diutus dengan dakwah dan syariat namun tidak diperintahkan untuk menyampaikanya kepada manusia.

Kenabian adalah pemberian Allah semata. Tidak semua orang bisa menjadi nabi atau julukan nabi. Kenabian tidak bisa diraih dengan cara mendekatkan diri kepada Allah. Manusia tidak mungkin mendapatkan gelar nabi dengan usaha, karena ia bukan gelar yang mungkin diraih dengan jerih payah. Kenabian adalah derajat tinggi dan kedudukan mulia yang Allah berikan kepada orang yang Dia kehendaki. Orang yang dikehendaki sebagai nabi itu telah disiapkan oleh Allah sedemikian rupa untuk memikul kenabian tersebut. Tentu sebelum jadi nabi, Allah menjaganya dari perbuatan yang buruk dan melindunginya dari segala maksiat serta menganugerahkan kepadanya akhlak yang luhur.

Jelasnya, bahwa kenabian tidak diperoleh dengan usaha tertentu, namun kenabian itu anugrah dari Allah diberikan kepada hamba-Nya yang terpilih dan tertentu. Kenabian bukan diberikan kepada orang yang mengharapkan dan memohon menjadi nabi.

Dan kita sebagai muslim, diwajibkan meyakini bahwa Allah mengutus para rasul untuk masing-masing umat yang menyeru mereka kepada tauhid. Beriman kepada seluruh rasul dan nabi adalah wajib dan merupakan rukun iman tanpa membedakan beriman kepada sebagian dan kufur kepada sebagian yang lain sebab hal tersebut sama dengan tidak beriman kepada semuanya. ”(Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya”,” (Al-Baqarah, 285).

JUMLAH PARA NABI DAN RASUL

Wajib bagi setiap muslim mengetahui bilangan para nabi dan rasul yang telah disebut dalam al-Qur’an sebanyak 25 dan wajib meyakininya secara keseluruhan bahwa Allah telah mengutus mereka sebagai nabi dan rasul yang dimulai dari nabi Adam as dan diakhiri oleh nabi Muhammad saw.

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلاً مِّن قَبْلِكَ مِنْهُم مَّن قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُمْ مَّن لَّمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ

“Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, diantara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan diantara mereka ada yang tidak Kami ceritakan kepadamu” (al-Ghafir, 78).

Bilangan para rasul sangat banyak, sebagian ulama mengatakan hingga mencapai 315 rasul. Sedangkan bilangan para nabi mencapai 124.000. Di antara mereka ada yang wajib diketahui dan ada yang tidak wajib. Nabi dan rasul Allah yang wajib diketahui berjumlah 25, yakni mereka yang disebutkan di dalam al-Qur’an dengan perincian sebagai berikut: Adam, Idris, Nuh, Hud, Salih, Ibrahim, Lut, Ismail, Ishaq, Ya’qub, Yusuf, Ayyub, Syuaib, Musa, Harun, Dhul Kifli, Daud, Sulaiman, Ilyas, Ilyasa’, Yunus, Zakariya, Yahya, ’Isa, Muhammad

Inilah jumlah nama dan urutan nabi dan rasul Allah yang wajib ketahui. Dimulai dari Nabi Adam as sebagai pembuka para nabi, dan diakhiri Nabi Muhammad saw, nabi dan rasul Allah saw yang terakhir.

Penegasan bahwa Nabi Muhammad saw adalah nabi dan rasul Allah yang terakhir telah banyak ditegaskan Allah dalam al-Qur’an dan dan ditegaskan pula oleh Rasul-Nya di dalam al-hadits. Jadi kalau ada orang mengaku sebagai nabi setelah beliau, pasti dengan tegas umat Islam akan menolak keberadaanya dan tidak mempercayainya, karena Nabi Muhammad saw adalah akhir dan penutup para nabi. Keyakinan bahwa Rasulallah saw adalah nabi terakhir begitu kuat tertanam di dada para sahabat beliau, sehingga ketika ada yang mengaku sebagai nabi, pasti dengan tegas mereka menolaknya dan sekaligus menyatakan perang kepada mereka



About these ads

Derajat/maqom iman ada 14 tingkat


Tafakkur~>
Bismillahirrohmaanirrohiim...

Derajat/maqom iman ada 14 tingkat
1. Iman iqror,
2. iman tashdiq/taqlid,
3. iman tashdiq iqror,
4. iman yaqin,
5. iman 'ainul yaqin,
6. iman haqqul yaqin,
7. iman tauhid,
8. iman ma'rifah,
9. iman ghoib,
10. iman ghoibul ghoib,
11. iman baqo',
12. iman baqo' ul baqo',
13. iman kamil,
14. iman kamil mukamil,wallohu a'lam

1. IMAN IQROR~>yaitu hanya sebuah pengakuan,mengaku iman kepada ALLOH tapi tidak mengetahui sebenarnya ALLOH,mengaku iman kepada malaikat,tapi tidak mengetahui sebenarnya malaikat,mengaku iman kepada rosul tapi tidak mengetahui sebenarnya rosul,mengaku iman kepada kitab,tetapi tidak mengetahui sebenarnya kitab,mengaku iman kepada hari kiamat,tetapi tidak mengetahui sebenarnya kiamat,mengaku iman kepada qodho' dan qodar,tetapi tidak mengetahui sebenarnya qodho dan qodar,hanya ucapan saja,ucapannya juga AMANTU BILLAHI WAL MALAIKATIHI,WA KUTUBIHI,WA RUSULIHI, WAL YAUMIL AKHIRI WABIL QODARI KHOIRIHI WASYARRIHI MINALLOH,hanya itu saja,supaya dia tidak dibunuh dan hukumnya sudah beriman.jadi hanya iman secara hukum.

2. IMAN TASHDIQ/taqlid~>yaitu iman karena patuh dan membenarkan ajaran sang guru atau ajaran 'ulama tetapi tidak memiliki pengertian caranya iman,hanya patuh wejangan guru

3. IMAN TASHDIQ IQROR~>yaitu berucap bahwa ia beriman,dan mematuhi ajaran guru dan mematuhi ajaran 'ulama' dgn mengerjakan syare'at dan bersandar pada ALLOH ta'ala,dan merasa menjadi hamba ALLOH ta'ala,hanya begitu saja,itu juga belum mengerti yg diimankan,dan belum mengerti yg bernama iman.,wallohu a'lam

4. IMAN YAQIN~>yaitu percaya adanya ALLOH,(pengertian yg berasal dari kitab) dengan nyata,mengetahui kekuasaan ALLOH,dan kehendak ALLOH,dan apa yg terjadi semua adalah ciptaan ALLOH,dan dia merasa sebagai hamba ALLOH yg harus menjalankan semua perintahNYA,dan menjauhi segala laranganNYA dan percaya dgn yakin apabila meninggalkan perintah dan melakukan larangan,maka akan mendapat kemurkaan dan siksa,yaitu siksa neraka.

5. IMAN 'AINUL YAQIN~>yaitu percaya dan mengetahui bahwa seluruh alam seisinya hanyalah milik ALLOH dan percaya bahwa wujudnya seluruh alam seisinya dan apapun yg terjadi pada alam adalah kehendak ALLOH semata,yakin seyakin yakinnya tanpa ada keraguan sedikitpun.maqom iman yg lima macam inilah yg diduduki oleh ahli syare'at,wallohu a'lam bishshowwab

6. IMAN HAQQUL YAQIN~>yaitu mengetahui bahwa sesungguhnya ALLOH SWT memiliki sifat 20,mengetahui sifat jaizNya,dan mengetahui bahwa seluruh makhluk itu ibarat mayat yg dimandikan, didandani, dikubur dikuasakan, dikayakan, dimiskinkan ,dijalankan,ditidurkan,dan di..di..di lainnya dan inilah iman orang orang ahli thoriqoh,wallohu a'lam

7. IMAN TAUHID~>yaitu mengetahui,percaya dan yakin,bahwa ALLOH SWT menjadi ALAM SEISINYA,tidak ada alam,tidak ada isinya, tidak ada jasad,tidak ada hidup,tidak ada wujud,tidak ada warna,tidak ada nama,tidak ada perbuatan,hanya tinggal ALLOH SWT yg ada,dan tidak ada dua tinggal satu dan itu yg dinamakan iman tauhid artinya itulah iman para ahli tauhid,wallohu a'lam

8. IMAN MA'RIFAT~>yaitu mengetahui dan percaya dengan sebenar benarnya ALLOH,sebenar benarnya alam seisinya,yaitu sudah mengetahui ma'na lafadz BISMILLAH,dan mengetahui ma'na satu persatu dari huruf dalam lafadz BISMILLAH,mengetahui sebenarnya ALLOH,mengetahui sebenarnya ALAM,mengetahui sebenarnya dzat,mengetahui sebenarnya sifat,mengetahui sebenarnya ASMA',mengetahui sebenarnya AF'AL,mengetahui sebenarnya Tuhan,mengetahui sebenarnya hamba,mengetahui sebenarnya yg menyembah,mengetahui sebenarnya yg disembah,mengetahui sebenarnya hidup,mengetahui terjadinya hidup,mengetahui tempatnya hidup,mengetahui datangnya hidup,mengetahui perginya hidup,mengetahui asalmulanya jasad,mengetahui pekerjaan jasad,mengetahui terjadinya jasad,mengetahui tempatnya jasad,mengetahui datangnya jasad,mengetahui perginya jasad,dst dgn percaya dhohir batin,itulah IMAN MA'RIFAT,yaitu imannya ahli ma'rifat artinya imannya para nabi,para 'arifin,para wali,dan para mu'min haq,wallohu a'lam..

9. IMAN GHOIB,yaitu iman orang2 yg telah mengetahui terhadap gho ib,yaitu orang2 yg mengetahui sebenarnya ALLOH,artinya mengetahui ketika ALLOH masih gho ib,ALLOH ketika belum lahir,yaitu masih dialamnya ALLOH,masih dialam AHADIYAH,masih dzat jati,sejatinya dzat belum ada sifat wujud,masih wujud mahdli artinya masih wujud yg sebenarnya,masih wujuda mutlak dan ithlak,artinya masih wujud sendiri,tanpa ada yg mewujudkan,masih hidup sendiri tanpa ada yg menghidupkan,masih berdiri sendiri tanpa ada yg mendirikan,awal tanpa awalan,akhir tanpa akhiran,yaitu wujud terang benderang tanpa ada bandingannya tanpa ada awalnya dan tanpa ada akhirnya,Agung,mulia tanpa bandingannya,tanpa ada yg menyamai,dan yaitu harus diketahui supaya bisa iman ghoib,karena sesungguhnya,tidak akan bisa iman ghoib lalu tidak bisa YUQIMUNASHSHOLATA

10. IMAN GHOIBU GHOIB,artinya percaya dengan gho ibnya ghoib dan mengetahui gho ibnya ghoib,sedang yg dinamakan ghoibu ghoib adalah dzat sejati,sejatinya dzat,yaitu orang2 yg menempati dzatulloh,artinya orang yg mengetahui ka'batulloh yaitu orang2 sudah bisa menghadap qiblatulloh,dan sudah bertempat ditengah2 padang tarwiyah,yg menempati tempat yg luas lebih luas,sudah tidak ada hijab samasekali sudah bertempat dimasjid suci selamannya,yg dinamakan masjid samar/kuwatir,wallohu a'lam

11. IMAN BAQO'artinya iman yg tetap siangmalam,pagi sore,berjalan,tidur,tetap iman,tetap percaya semua tingkah lakunya hanya milik ALLOH,tetap ingat dan mengetahui dan tidak pernah berpisah dgn ALLOH sama sekali,,wallohu a'lam,

12. IMAN BAQO'UL BAQO',artinya tetap lebih tetap yaitu iman yg tanpa pegat/cerai selamanya,pagi iman,sore iman,malam iman siang iman,susah iman,senang iman,berhenti iman,bergerak iman,diam iman ,dia tetap didzatulloh tidak pernah keluar dari dzatulloh,dan tidak pernah keluar dari Bumi ALLOH sama sekali,wallohu a'lam

13. IMAN KAMIL,artinya sempurnanya iman,jadi sudah sempurna SYAHADATnya artinya sudah sempurna mengetahuinya terhadap sebenarnya dan sebenarnya muhammad dan sempurna mengetahuinya terhadap sebenar hidup,dan sebenarnya jasad,dan sempurna takbirnya,artinya sudah sempurna manunggalnya ALLOH dan AKBAR,yaitu sudah sempurna manunggalnya hidup dan jasad,dan sempurna sholatnya,artinya sudah sempurna manunggaling gusti lan kawulo,kawulo lan gusti,sudah manunggal menjadi tunggal hilang kawulo tinggal gusti,dan sempurna zakatnya,artinya sudah sempurna bersihnya dan bersih sempurna,artinya sudah tidak ada 'alam seisinya kecuali hanya ALLOH semata yg ada,dan sempurna HAJInya,artinya sudah sempurna semua,sudah ada dalam ka'batulloh,tidak ada yg keluar sama sekali,,'alam seisinya,jasad dan hidupnya sudah didalam ka'batulloh semua,tidak ada yg ketinggalan,

14. IMAN KAMIL MUKAMMIL,artinya sempurnanya sempurna,yaitu sudah tiada lagi wujud,tiada lagi rupa,tiada lagi nama,tiada lagi perbuatan,tiada lagi angan angan,tiada lagi tahu,tiada lagi mengerti, tiada lagi kuwasa,tiada lagi kehendak,tiada lagi gerak,tiada lagi tingkah,tiada lagi 'alam seisinya kecuali hanya ALLOH semata,singkatnya LAA MAUJUDA ILLALLOHU LAA HAYYA ILLALLOHU WA LAA 'ILMA ILLALLOHU WA LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAHIL'ALIYYIL'ADHIIM,selesai semua iman kamil mukammil,itu juga imannya para arifin,para nabi,para wali dan mu'min haq,,selesai penjabaran maqom iman yg 14.,wallohu a'lam bishshowwab,maaf kalo ada salah ketik,,akhirukalam wabillahi taufik wal hidayah.,wassalamu'alaikum warohmatullohi wa barokatuh,,,shollu 'alaa nabi Muhammad

Rabu, 11 Desember 2013

 MENIKO SEKEDIK KULO SEBAT AKEN AULIYA'ILLAH JAWA           WAL ULAMA' WASHOLIHIN ......... WONTEN   JAWA 


  JAWA T I M U R

TROWULAN / MOJOKERTO

SYEH MAULANA JUMADHIL QUBRO ( trowulan )
Sunan Ngudung , trowulan

GRESIK
 Maulana Malik Ibrahim (Gresik)
. Sunan Giri / Raden Ainul Yaqin (Gresik)

TUBAN 
syeh maulana ibrohim asmoroqondhi , tuban
.Sunan Bonang / raden maqdum ibrohim , tuban 
SURABAYA
. Sunan Ampel / Raden Rachmat (Surabaya) Mbah Sonhaji,  Surabaya Semampir Ampel 
Mbah Sholeh,  Surabaya Semampir Ampel 
Sunan Bungkul  Surabaya Wonokromo Darmo 
Sayyid Mansyur  Surabaya Pasarturi 
Kyai Djazuli bin Mursad  Surabaya Pasarturi 
 Abu Hasan  Surabaya Mananggal 
 Maulana A. bin Karimah   Surabaya Kembang Kuning 
 Sunan Boto Putih Surabaya 


LAMONGAN

. Sunan Drajad / Syarifuddin (Lamongan)



JAWA  T E N G A H
syekh maulana magrobi , jatinom klaten
syeh subakir tidar magelang 
. Sunan Muria / Raden Umar Said (Gunung Muria)
. Sunan Kudus / Raden Ja’far Shodiq (Kudus)
. Sunan Kalijaga / Raden Syahid (Kadilangu)
sunan abdul fatah. Masjid Agung Demak

JAWA BARAT

syeh maulana hasanuddin , banten lama
syeh maulana ali akbar , gunung santri , banten
syeh malik isroil , gunung santri , banten 
 Sunan Gunung Jati / Syariff Hidayatullah (Cirebon)
 Syech Abdul Muhyi (Pamijahan)
 Syech Panjalu / Syech Bayanullah (Panjalu)
  Kyai Dimyati (Pandeglang)
Syech Maulana Yusuf (Banten lama )

Rabu, 02 Oktober 2013

khot arabiyah

  Latar Belakang khot arab
Sebelumnya kami akan sedikit membahas tentang khat kaligrafi arab dengan bahasa yang sederhana. Khat adalah bentuk, alur dan model huruf dari sebuah tulisan arab yang dikarang oleh para khathat dari jaman dahulu yang kebanyakan dari timur tengah. Bertujuan untuk mempermudah. memperindah dalam menulis dan membaca huruf arab.
Namun perlu diingat khat ini adalah sekedar seni dari model huruf arab jadi bukan bagian dari agama. Oleh karena itu dalam menulis atau melukis kaligrafi arab tidak wajib harus menggunakan khat yang dikarang atau di buat oleh seniman seniman terdahulu.
Jadi anda juga boleh berkreasi dengan huruf-huruf arab tersebut asal jangan sampai merubah makna dan artinya. Anda perlu memahami arti dari kalimat yang akan anda tulis dalam kaligrafi arab tersebut sehingga tidak menghilangkan atau menambah hurf yang akan merubah makna dari ayat tersebut.
Kembali ke mengenal khat kaligrafi arab, Ada bayak macam khat yang telah dibukukan oleh para seniman kaligrafi, dibawah ini kami akan membahas beberapa contoh dari khat-khat kaligrafi arab tersebut.


MACAM-MACAM KHAT DAN CIRINYA
   Macam-Macam khat dan Cirinya
1.      Khat Diwani
Diwani adalah salah satu gaya khat yang diciptakan oleh masyarakat Turki Usmani. Peletak dasar-dasar kaedah dan ukuran huruf-hurufnya adalah Ibrahim Munif. Tulisan ini mulai populer setelah penaklukan kota Konstantinopel oleh Sultan Muhammad al-Fatih tahun 875 H. Penamaan Diwani karena dinisbahkan kepada kantor-kantor pemerintah dimana tulisan tersebut digunakan dan dari dewan-dewan pemerintahan itulah khat ini menyebar ke seluruh kalangan masyarakat. Karakter Diwani dikenal dengan putarannya, sehingga tidak satupun huruf yang tidak mempunya lengkungan. Goresannya yang lentur dan lembut memudahkan Diwani beradaptasi dengan tulisan apapun. Hal ini pula yang memudahkan para kaligrafer menulis dengan Diwani.
Diwani memiliki tiga macam bentuk, yaitu:  
  1.  Khat Diwani 'Adi
Diwani 'Adi merupakan gaya khat yang tampil biasa ('adi) sesuai struktur tulisan, sehingga mudah dibaca. Ciri tampilannya tampak pada kali-kali tulisan yang umumnya berbaris datar dengan pucuk-pucuk huruf bergelombang dinamis.
  1.  Khat Diwani Mutarabit
Gaya ini merupakan Diwani yang huruf-huruf dan rangkaian katanya saling menjalin atau bersilangan (mutarabit) satu sama lain. Besar kemungkinan pola semacam ini merupakan hasil pengaruh khat Musalsal ciptaan Ibnu Bawab. Dalam jenis khat Diwani Mutarabit ini, kaligrafer modern Gazlan Bek dari Mesir merupakan tokohnya. Gazlan berhasil membuat karya-karya masterpiece yang banyak dijadikan acuan, sehingga para kritikus dan pengamat menisbahkan gaya khat ini kepada Gazlan sehingga disebut Khat Diwani Gazlani

  1. Khat Diwani Jali

Diwani Jali diciptakan oleh Syahlan Pasha dari Turki dan merupakan pengembangan dari Diwani 'Adi. Jali artinya Jelas. Kejelasan tersebut tampak pada detail syakal dan hiasan yang penuh di dalamnya. Tujuan diciptakannya Diwani Jali ialah untuk menuliskan peraturan-peraturan kesultanan dan surat-surat ke luar negeri.
Gaya penulisan kaligrafi ini diperkenalkan oleh Hafiz Usman, seorang kaligrafer terkemuka Daulah Usmani di Turki. Anatomi huruf Diwani Jali pada dasarnya mirip Diwani, namun jauh lebih ornamental, padat, dan terkadang bertumpuk-tumpuk. Berbeda dengan Diwani yang tidak berharakat, Diwani Jali sebaliknya sangat melimpah. Harakat yang melimpah ini lebih ditujukan untuk keperluan dekoratif dan tidak seluruhnya berfungsi sebagai tanda baca. Karenanya, gaya ini sulit dibaca secara selintas. Biasanya, model ini digunakan untuk aplikasi yang tidak fungsional, seperti dekorasi interior masjid atau benda hias[1]

2.      Khat Tsuluts
Dinamakan khat tsuluts karena ditulis dengan kalam yang ujung pelatuknya dipotong dengan ukuran sepertiga (tsuluts) goresan kalam. Ada pula yang menamakannya khat Arab karena gaya ini merupakan sumber pokok aneka ragam kaligrafi Arab yang banyak jumlahnya setelah khat Kufi. Untuk menulis dengan khat tsuluts, pelatuk kalam dipotong dengan kemiringan kira-kira setengah lebar pelatuk. Ukuran ini sesuai untuk khat tsuluts 'adi dan tsuluts jali. Khat Tsuluts yang banyak digunakan untuk dekorasi dinding dan berbagai media karena kelenturannya, dianggap paling sulit dibandingkan gaya-gaya lain, baik dari segi kaedah ataupun proses penyusunannya yang menuntut harmoni dan seimbang.



Macam-macam khat tsuluts :
  1. Khat Tumar
Khat yang diciptakan oleh Qutbah al-Muharrir yang tumbuh dan berkembang di masa Bani Umayyah ini biasa ditulis dalam ukuran besar dengan aturan-aturannya yang simpel. Khat ini sangat cocok untuk dekorasi dinding atau media-media berukuran besar. Para khattat Turki menamakannya Jali Tsuluts atau Tsuluts Besar. Tumar atau Tamur jamaknya Tawamir bermakna sahifah (lembaran atau manuskrip). Khat Tumar artinya khat yang ditulis di lembaran atau menuskrip.
  1. Khat Muhaqqaq
Penciptanya adalah Ibnu Bawab (413 H). Ibnu Bawab adalah kaligrafer masyhur setelah Ibnu Muqlah. Khat ini hampir mirip dengan khat Tsuluts karena perbedaan keduanya sangat samar dan hanya dapat diketahui oleh ahli khat yang cermat. Pada perkembangannya, khat ini semakin redup dan jarang sekali digunakan, sehingga posisinya digeser oleh Khat Tsuluts.
  1. Khat Raihani
Pencipta khat ini adalah Ibnu Bawab juga, namun berhubungan erat dengan Ali ibn al-Ubaydah al-Rayhan (834 M), sehingga namanya diambil untuk nama khat ini. Pendapat lain menjelaskan Rayhani dengan kata Rayhan yang berarti harum semerbak karena keindahan dan popularitasnya.
  1. Khat Tawqi'
Tawqi' artinya tanda tangan, karena para khalifah dan perdana menteri senantiasa menggunakan Tawqi' untuk menandatangani perbagai naskah mereka. Diciptakan oleh Yusuf al-Syajari (825 M). Lalu berkembang di tangan Ahmad ibn Muhammad yang dikenal dengan Ibnu Khazin (1124 M) sebagai murid generasi kedua Ibnu Bawab. Yang membedakan Tsuluts dengan Tawqi' adalah ukuran Tawqi' yang selalu ditulis sangat kecil. Bentuk yang menyerupai Tawqi' adalah Tugra' atau Turrah yang pada awalnya berfungsi sebagai cap dan lambang sultan-sultan Usmani dengan ukuran yang bervariasi.
  1. Khat Riqa' atau Ruqa'
Riqa' jamaknya Ruq'ah artinya lembaran daun kecil halus yang digunakan untuk menulis khat tersebut. Gaya ini diciptakan oleh al-Ahwal al-Muharrir yang diolahnya dari Khafif Tsuluts. Sebagian sejarawan menamakan gaya ini dengan khat Tawqi', namun yang lebih benar adalah bahwa Riqa' pun diolah pula dari Tawqi'. Ukuran Riqa' lebih kecil dari Tawqi' dan digunakan khusus untuk menyalin teks-teks kecil dan penyajian kisah.
  1. Khat Tsulusain
Diciptakan oleh saudara Yusuf al-Syajari bernama Ibrahim al-Syajari (200 H) di zaman Bani Abbas. Ibrahim membuat kaedah Tsulusain dari khat yang sudah ada semenjak dahulu yaitu khat Jalil. Tsulusain berarti dua pertiga, karena ditulis dengan kalam yang ujung pelatuknya dipotong seukuran dua pertiga lebar goresan kalam, sedikit lebih kecil dari khat Tumar yang ditulis sangat besar.
  1. Khat Musalsal
Diciptakan oleh al-Ahwal al-Muharrir dari keluarga Barmak di zaman Bani Abbas. Sebagian huruf-huruf khat ini saling berhubungan, oleh karena itu beberapa sejarawan modern menamakannya khat Mutarabit yang berarti saling ikat atau berikatan.
  1. Khat Tsuluts 'Adi
Pencipta khat ini adalah Ibrahim al-Syajari diawal abad ke-3 H di zaman Bani Abbas. Dalam beberapa kamus bahasa Arab disebutkan, "anna al-sulusiyya min al-khuttut huwa al-galiz al-huruf" (sepertiga dari khat adalah huruf yang sulit).
  1. Khat Tsuluts Jali
Jali artinya wadih (jelas). Kejelasan dalam hal ini terletak pada lebar anatomi hurufnya yang lebih dominan daripada jaraknya, dibandingkan dengan jarak yang lebih dominan daripada lebar anatomi hurufnya dalam Tsuluts 'Adi. Dengan demikian, dalam Tsuluts Jali akan tampak dengan jelas komposisi huruf yang bertumpuk memadati ruang media yang ditulis. Khat ini banyak digunakan untuk menulis judul-judul dan media seni yang permanen.
  1. Khat Tsuluts Mahbuk
Mahbuk artinya terstruktur atau tersusun rapi, yang diukur menurut keindahan pembagian (husn al-tawzi') dan aturan komposisi (ikham al-tartib). Keindahan pembagian dicirikan dengan tidak adanya kelompok huruf yang bertumpujk di satu tempat sementara tempat lain terlalu kosong sehingga mendorong khatta memperbanyak dan mengisinya dengan syakal dan hiasan untuk mensari keseimbangan. Sedangkan aturan komposisi adalah ketepatan memposisikan kata, huruf dan titik di tempat-tempat yang strategis.
  1.  Khat Tsuluts Muta'assir bil Rasm
Beberapa khattat atau kaligrafer berusaha menggubah aksara Arab kepada bentuk visual yang bisa berbicara biar lebih bervariasi sekaligus untuk menyeimbangkan antara ketaatan terhadap ajaran agama dengan kesenangan menggambar, karena dalam Islam visualisasi mahluk hidup secara jelas berlawanan dengan semangat dakwah agama tersebut untuk selalu menjaga ketauhidan dan menjauhi kesyirikan. Potensi huruf Arab yang sangat lentur dan mudah dibentuk mendorong para khattat menciptakan gambar-gambar simbol yang mengungkap kalimat-kalimat suci dan tauhid, sehingga kaligrafi diolah menjadi sarana menggambar yang terbebas dari visualisasi mahluk hidup secara terang-terangan. Khat yang dipengaruhi gambar ini akhirnya diterima dan populer di kalangan seniman muslim. Banyak ragam dan variasi aliran khat ini, yang secara bebas mengambil pola figural atau simbolik gambar manusia, binatang, tumbuhan dan benda-benda lainnya
  1. Khat Tsuluts Handasi
Gaya ini merupakan Tsuluts yang menyusun huruf dan kata secara geometris (handasi) dan indah berdasarkan rasa seni, sehingga menjadi dasar kekompakan, keserasian dan penyatuan sebuah karya.
  1. Khat Tsuluts Mutanazhir
Mutanazhir artinya saling memantul. Dinamakan pula khat Tsuluts Mir'at (cermin), dimana yang berada disamping kanan memantul ke samping kirinya, sehingga seolah diantara dua sisi tersebut ada cermin. Khat ini dinamakan juga dengan gaya Ma'kus (memantul), musanna (AC-DC atau dua dimensi) d an 'Aynali (saling tatap). Gaya ini tidak lepas dari pengaruh kebudayaan muslim yang saling berbalas kebaikan dalam kehidupan sehari-hari seperti salam dan menjawabnya.



  1. Khat Naskhi

Naskhi adalah tulisan yang sangat lentur dengan banyak putaran dan hanya memiliki sedikit sudut yang tajam seperti sudut-sudut Kufi. Sekarang huruf-huruf Naskhi menyebar di aneka penerbitan untuk mencetak buku,, koran dan majalah, bahkan meluas menjadi huruf-huruf komputer. Dibandingkan dengan gaya lain, Naskhi lebih mudah digunakan untuk mengajari membaca para pemula. Ada kesepakatan, bahwa Naskhi membantu penulis menggoreskan penanya dengan cepat, dibandingkan kaligrafi bergaya rumit semisal Tsuluts, karena huruf-hurufnya yang kecil dan pertemuan secara jelas goresan-goresan memanjangnya, didukung oleh harmoni huruf-huruf dan keindahan posturnya.
Naskhi ada dua model, yaitu:
  1. Khat Naskhi Qadim
Naskhi Qadim atau kuno adalah gaya tulisan yang sampai kepada kita dari zaman Abbas kemudian diperindah oleh Ibnu Muqlah, diperindah lagi oleh masyarakat Atabek, lalu diolah lagi menjadi karya yang semakin sempurna oleh orang-orang Turki. Para khattat sekarang secara tradisional menulis dengan gaya ini semata-mata karena mengikuti kaedah dan asal muasalnya yang lama, yang telah diletakkan dasar-dasarnya oleh para empu kita dahulu, mencakup ukuran, ketinggian, tipis tebal garis horizontal dan vertikal, sampai bentuk-bentuk lengkungannya.
  1. Khat Naskhi Suhufi
Naskhi Suhufi atau jurnalistik merupakan gaya tulisan yang terus berkembang bentuk hurufnya. Dinamakan Suhufi karena penyebarannya yang luas di lapangan jurnalistik. Berbeda dengan Naskhi Qadim yang lebih lentur dengan banyak putaran, Naskhi Suhufi cenderung kaku dan pada beberapa bagian mendekati bentuk kufi karena memiliki sudut-sudut yang tajam. Makanya gaya ini kerap disebut Naskhi-Kufi atau perpaduan Naskhi dan Kufi dengan ciri-ciri umum sapuan horizontalnya sangat tebal dan sapuan vertikalnya sangat tipis dan pendek. Naskhi-Kufi yang banyak digunakan di lapangan advertensi, papan nama, poster dan judul-judul tulisan koran dan majalah telah masuk dalam dunia komputer, sehingga jarang atau bahkan tidak pernah digoreskan langsung oleh tangan.

4.      Khat Farisi
Khat farisi (Ta’liq) memiliki banyak variasi penulisan, sehingga disini kita mesti mengubah-ngubah posisi pena ketika menulisnya, dimana satu huruf saja sering memiliki ukuran lebar yang berlainan. Karena itu, keindahan khat gaya farisi ini sangat bergantung pada kemahiran mengubah-ngubah ujung pena. Seperti diketahui, beberapa huruf farisi hanya ditulis dengan sepertiga lebar pena saja. Khat ini banyak digunakan untuk menulis syair, dan kegunaan harian. 

5.                  Kufi
Gaya penulisan kaligrafi ini banyak digunakan untuk penyalinan Alquran periode awal. Karena itu, gaya Kufi ini adalah model penulisan paling tua di antara semua gaya kaligrafi. Gaya ini pertama kali berkembang di Kota Kufah, Irak, yang merupakan salah satu kota terpenting dalam sejarah peradaban Islam sejak abad ke-7 M. Gaya penulisan kaligrafi
yang diperkenalkan oleh Bapak Kaligrafi Arab, Ibnu Muqlah, memiliki karakter huruf yang sangat kaku, patah-patah, dan sangat formal.

  1. Riq'ah 
Kaligrafi gaya Riq'ah merupakan hasil pengembangan kaligrafi gaya Naskhi dan Tsuluts. Sebagaimana halnya dengan tulisan gaya Naskhi yang dipakai dalam tulisan sehari-hari. Riq'ah dikembangkan oleh kaligrafer Daulah Usmaniyah, lazim pula digunakan untuk tulisan tangan biasa atau untuk kepentingan praktis lainnya. Karakter hurufnya sangat sederhana, tanpa harakat, sehingga memungkinkan untuk ditulis cepat.





7.                    Khat Ijazah  
Tulisan kaligrafi gaya Ijazah (Raihani) merupakan perpaduan antara gaya Tsuluts dan Naskhi, yang dikembangkan oleh para kaligrafer Daulah Usmani. Gaya ini lazim digunakan untuk penulisan ijazah dari seorang guru kaligrafi kepada muridnya. Karakter hurufnya seperti Tsuluts, tetapi lebih sederhana, sedikit hiasan tambahan, dan tidak lazim ditulis secara bertumpuk (murakkab). Maka guru khat tersebut akan menuliskan ijazah yang memperakui muridnya adalah orang yang berkelayakkan dalam bidang seni khat, ia juga digunakan untuk tandatangan sultan dan kalifah.




kesimpulan
Macam-Macam Khat hurufnya serta contohnya :
1.  Khat Diwani 
Diwani adalah salah satu gaya khat yang diciptakan oleh masyarakat Turki Usmani. Diwani memiliki tiga macam bentuk, yaitu: Khat Diwani 'Adi,

 khat Diwani Mutarabit,


 khat Diwani jali 

2.  Khat Tsuluts

          Dinamakan  tsuluts
 karena ditulis dengan kalam yang ujung pelatuknya dipotong dengan ukuran sepertiga (tsuluts) goresan kalam. Macam-macamnya : Khat Muhaqqaq, khat Raihani, khat Tawqi', khat Riqa' atau Ruqa', khat Tsulusain, khat Musalsal, khat Tsuluts 'Adi, khat Tsuluts Jali, khat Tsuluts Mahbuk, khat Tsuluts Muta'assir bil Rasm, khat Tsuluts Handasi, khat Tsuluts Mutanazhir

  
  1. Khat Naskhi
  Naskhi  tulisan yang sangat lentur dengan banyak putaran dan hanya memiliki sedikit sudut yang tajam seperti sudut-sudut Kufi.
Naskhi ada dua model, yaitu: Khat Naskhi Qadim, khat Naskhi Suhufi.
4.     Khat Farisi
 Khat farisi (Ta’liq) memiliki banyak variasi penulisan, sehingga disini kita mesti mengubah-ngubah posisi pena ketika menulisnya, dimana satu huruf saja sering memiliki ukuran lebar yang berlainan.
  1.  Kufi
khaoufi1.jpg khaoufi2.jpg 
Gaya penulisan kaligrafi ini banyak digunakan untuk penyalinan Alquran periode awal.

  1. Riq'ah 
 Kaligrafi gaya Riq'ah merupakan hasil pengembangan kaligrafi gaya Naskhi dan Tsuluts.


  1.  Khat Ijazah

Tulisan kaligrafi gaya Ijazah (Raihani) merupakan perpaduan antara gaya Tsuluts dan Naskhi, yang dikembangkan oleh para kaligrafer Daulah Usmani.